Kamis, 22 Agustus 2019

Resep Sambal Matah Kecombrang

Hi Mom...

Ada emak emak pemalas kayak gw gak ya? yang kalau masak lauk atau nyambel berdasarkan mood. Padahal nih suami orang padang yang doyan pedas dan sambal buatan gw. 

Untungnya kalau gak ada sambal ya dia nerimo nerimo aja, rasa pedas cukup dia rasain dari mulut istrinya yang bawel ini aja wkwkwkwkwk, suami idaman gw yang kayak gini  ya gaes, catetπŸ˜‰

Kalo lagi mood dan rajin gw bisa bikin sambal dadak atau sambal tumis semangkuk besar yang cukup  untuk seminggu. cuma ya itu gw gak kuat sering sering ngulek, sayangnya gw juga anti blender, lebih suka ngulek, karena aroma dan rasanya lebih keluar, atau mending di rebus dulu deh bahan bahannya baru ulek.

Kebetulan sudah dua minggu menyimpan Kecombrang di kulkas, pas beli sih niatnya pingin bikin sambal  kecombrang  seperti buatan teman gw, yang ternyata rasanya enaaak banget si kecombrang ini (baca ini yaaa Jatuh Cintrong Sama si Kecombrang).

Selain kangen sama rasanya, buatnya juga simple, hanya di iris-iris, campur campur, terus siram minyak sayur panas, kasih garam gula secukupnya, karena sudah ada taburan terasi bakar.

Resep Sambal Matah Kecombrang

Bahan yang diiris halus (gak sehalus sutra juga yaaaa)
- Kecombrang dua batang yang bagus, kupas kulitnya kalau kering, dalamnya agak basah dan segar. 
- Bawang merah 13 buah, saya suka bawang merah manis, makanya dilebihkan jumlahnya.
- Bawang putih 5-6 buah.
- Cabe rawit merah 10 buah.
- Daun jeruk yang muda 5 buah, buang batang tengahnya.
- Terasi dua buah kalau kecil, bakar biar garing.
- Jeruk nipis 2 buah, ambil sarinya.
- Garam, gula secukupnya.
- Minyak sayur 6-7 sendok di panasin

Cara Membuatnya:
- Semua dicampur, aduk rata, terasi ditaburkan di atasnya, tambahkan garam, gula, air jeruk nipis, aduk rata.
- Panaskan minyak sayur, kemudian masukan ke campuran sambal, aduk rata lagi. koreksi rasa ya mam, kalau kurang asem tambahin aja jeruk nipisnya. 
Si Kecombrang yang Fenomenal
Taraaaaaa...... di makan bareng telor dadar atau ceplok aja endes banget, apalagi Nayla ternyata yang gak pernah makan sambal model begini, apalagi ada kecombrangnya, makan siang pakai ayam panggang dan sambal matah kecombrang  ini, enak katanya yaaaaaay.....

Cobain bikin yuk mam, biar awet simpan di kulkas, kalau mau makan setengah jam sebelumnya sudah dikeluarkan dari kulkas. Selamat makan.

Rabu, 14 Agustus 2019

Resep Tongseng Sapi tanpa Santan Ala Mak Elok

Hi Mom...

Resep ini gw dapat saat siang pas lagi leyeh leyeh nunggu Nayla pulang, sudah mandi, sudah makan, tinggal di bedong wkwkwkwkwk, terus lihat status whatsapp mak Elok calon besan gw (krik...krik...), lagi masak daging.   

Katanya itu tongseng sapi yang dia masak tanpa santan, widiih kayaknya selain sehat juga  enak. Gw pernah masak tongseng tapi pakai daging kambing dan santan, mantap kan, UGD mana UGD....πŸ˜‡
Resep Tongseng Sapi

-1 Kilo daging sapi sebelumnya gw rebus dulu biar empuk dan dapat air kaldunya.
- Tomat 3 buah.
- Kol 1/4 kalau besar, iris kasar
- Daun Jeruk
- Daun Bawang
- Kecap manis
- Garam dan Gula secukupnya
- 15 cabe rawit merah, sebagian dibiarkan utuh

Bumbu yang dihaluskan:
- Bawang merah 10-15 buah
- Bawang putih 7 buah
- Kemiri 7 buah, disangrai sebentar biar harum
- Jahe se jempol
- Batang sereh 4 buah, sebagian dihaluskan
Cara memasak:
- Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan daun jeruk, batang sereh yang di geprek.
- Setelah harum, masukkan daging beserta air kaldunya, setelah mendidih, tambahkan garam, gula dan kecap, koreksi rasa.
- Terakhir masukkan kol, daun bawang dan irisan tomat, sampai setengah layu, matikan apinya.
Makasih mak Elok, resepnya simple dan gak bikin khawatir buat nyeruput kuahnya sampai licin tandas. Resep ini aslinya gak pakai kol karena mak Elok sekeluarga gak suka kol, hanya pakai tomat (tomat ini juga bikin kuahnya seger banget).

Kalau kurang pedas, cabai rawit merahnya dipitesin aja di nasi atau kuahnya biar pedas, selamat makan...

Selasa, 09 Juli 2019

Resep Spaghetty Aglio E Olio

Hi Mom...

Nayla langsung jatuh cinta dengan spaghetty Aglio E Olionya tante Ega, pas kita buka puasa di rumahnya. Sampai nambah dua kali karena dia belum pernah makan spaghetty model kek gitu.

Sampai rumah dia bilang dan merengek terus minta buatin Spaghetti Aglio e Olio ala tante ega, akhirnya setelah waktunya ada, saya sempatin buat Aglio E Olio, kebetulan resepnya simple.

Tapi Nayla pingin dibuatinnya tu mirip banget, bahkan dia menolak pakai jamur, karena buatan tante ega gak pakai jamur, baiklaah nak 😁.

Tapi smoke beef mendadak eke ganti sama beef komagire, sirloin premiumnya Australi, soalnya pas lihat di AEON segar banget dan gak beku, sampai rumah  diiris kecil kecil, goreng sampai kecoklatan.

Bumbunya simple deh, untuk 500gr Spaghetti, cuma butuh 10 buah cabe rawit merah sama 10 buah bawang putih (boleh lebih sesuai selera) tumis sampai harum dengan olive oil (kebetulan masih ada), kemudian campur dengan daging, selanjutnya masukin deh spaghetti yg sudah di rebus dengan air yg diberi garam secukupnya.

Terakhir sambil diaduk rata, taburin oregano kering, (kalau punya yg segar lebih enak lagi).
Bahkan saya pernah bikin pakai sisa ayam panggang, saya suwir suwir, dan gak pakai olive oil, pakai minyak sayur biasa, oregano dan cabe rawit merahnya banyaaak (Indonesia banget kan apa apa pakai cabe), rasanya? tetep enaaaaak banget plus pedas, karena secara harafiah Aglio E Olio, bawang putih dan minyak kan...πŸ’™.

Senin, 08 Juli 2019

Resep Ikan Bandeng Tumis Santan

Hi Mom...

Pernah gak pingin makan enak agak pedes dikit tapi males masak, saya sering tuh, sering banget malah😁😁, apalagi kalau bahan yang mau dimasak minimalis, ide masak jadi mentok.

Kebetulan suami iseng beli bandeng pas lagi wawancara di Deperindag, bandeng segar tanpa duri (sayang lupa di foto), tapi cuma beli satu, dan sudah berminggu minggu gak dimasak.

Akhirnya setelah persediaan bahan masakan kosong, kepingin juga masak si bandeng, saya belanja di toko yang ada di bawah apartemen kami, saya tambahin ikan kembung tiga ekor, tapi begitu sudah sampai di rumah, males keluar lagi buat beli kemangi sama batang sereh.

Masak simple dan dengan bahan yang ada saja deh, 15-20 menit pasti kelar. Rencananya saya tumis saja dengan tambahan santan kental.

Bahan bahan:

- I ekor ikan bandeng potong jadi 4 bagian, ikan kembung 3 ekor @potong jadi 2 bagian.

Bumbu Tumis:

- Cabe rawit merah, bawang merah, bawang putih, masing masing 8 buah, iris tipis, tambahkan 8 buah cabe rawit merah utuh, daun jeruk 3 lembar, tumis sampai harum.

Tambahkan air 3 gelas,  2 buah terong yang dipotong kecil kecil, setelah terong setengah matang, masukkan ikan, beri santan (santan instan yang kecil 2 buah), garam dan gula secukupnya (1-11/2 sendok). 

Setelah mendidih tambahkan tahu putih belah dua, daun bawang dan bawang goreng. Waktu itu saya makannya pakai kerupuk kulit yaaaaamm...
Yuuk dicoba mom, biarpun cuma pakai bumbu minimalis plus cinta pasti enakπŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œ

Kamis, 28 Maret 2019

Sei Sapi Nikmat Ala Warung Bu Ageng

Hi Mom.....

Di Jogjakarta, warung masakan omahan yang berlabel Warung Bu ageng milik Butet Kertaradjasa makin terkenal setelah Mark Zuckerberg dan beberapa pemeran AADC 2 juga syuting di sana.

Makanya ketika ke Jogja awal Maret 2019 lalu, warung yang berlokasi di jalan Tirtodipuran No. 13 ini juga masuk di itinerary kita, saya sih mupeng sama Sei sapinya. 
Foto Vega Probo Harumi
Sei adalah daging asap yang berasal NTT ini, di sayat tipis tipis dengan tambahan daun singkong rebus, ketimun, tomat, sambal dan kuah kaldu ala bu Ageng.

Buat kita sih enak banget, sayang porsinya kecil untuk kita yang gembul dan gragas, maklum lagi liburan dan lupa diet.
Selain itu ada juga  antara lain Sei lidah, nasi campur ayam bakar suwiran, bakwan ageng, pisang panggang kayu manis, eyem penggeng dan ayam nyelekit.
Puaslah makan di sana, sayang gak ketemu saya mas Butetnya ya, semoga next trip lagi ke Jogja bisa mampir dan makan lagi di Warung Bu Ageng.

Kamis, 21 Maret 2019

Sate Klathak Pak Pong, Sensasi Makan Sate Ditusuk Jeruji Sepeda

Hi Mom...

Sudah lama saya ngiler sama sate klathak yang tusukan daging satenya pakai jeruji sepeda, apalagi pas jadi tempat kencannya Rangga dan Cinta di AADC.
Padahal saya ini penggemar sate kambing berbumbu kacang, sedangkan sate klathak hanya dibakar dan dikasih garam, tapi kok ngeliat yang makan sate model itu kayaknya enak banget.

Makanya pas ke Jogja, sate klathak jadi salah satu makanan yang harus saya coba. Saya dan beberapa sahabat saya diantar ke tempat sate Klathak Pak Pong yang berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km 10, Timur stadion Sultan Agung Bantul.
Sebelum sampai di pak Pong ada tempat sate klathak lagi yang tempatnya lebih bagus, tapi yang antri amboooi seperti lagu "ular naga panjangnya bukan kepalang", cacing di perut nyerah.

Di pak Pong juga lumayan sih nunggunya 1 1/2 jam euy kalau gak salah, tapi layak ditunggu satenya. Satenya lembut, gurih padahal cuma pakai garam, rasanya nasi sama sate saja sudah cukup.
Yang lain nambah lauk dengan beli sop dan tongseng tapi rasanya sih tetap lebih enak sate klathak. Kapan kapan harus kesini lagi. Total kami makan ber 7 habis kurleb 300 ribuan.
Harga yang lumayan untuk sate enak nan gurih, jangan lupa ke Jogja ikut nyicipin ini yaa.

Kamis, 14 Maret 2019

Sayur Lodeh & Pisang Goreng Ala Warung Kopi Klotok

Hi Mom....

Minggu lalu saya baru mampir di Jogjakarta, pas jam makan siang saya dan sahabat sahabat saya menuju warung Kopi klotok  yang berada di jalan kaliurang KM.16, Pakembinangun, Kabupaten Sleman.
Foto: Vega probo Harumi
Tempatnya sederhana banget, kelihatan dari luar orang antri makanan di dapur, yuuup di dapur, ternyata ini serunya. Selama ngantri ada saja yang lewat bawa sayur lodeh atau telur dadar yang lebar dan garing, kezeeel ngileeer.

Makanan rumahan tapi mungkin karena ada sensasi ngantri sampai pegel dan kena asap, sudah itu makan bisa  milih di pinggir area persawahan dengan menggelar tikar atau duduk di meja, jadi lauk sayur lodeh, sayur asem, tempe goreng, sambel dan telur dadar goreng rasanya nikmaaaat banget.
Tapi ada makanan lain yang jadi bintang disana, pisang goreng, sekali lagi pisang gorengnya biasa aja walaupun memang manis, tapi karena suasana alam pedesaan dan masih ngepul ngepul pas dianterin ya endul banget rasanya. 

Sayang gak boleh bawa pulang, pisang goreng hanya boleh makan di tempat, dan hanya boleh pesan maksimal 3 porsi padahal satu porsi isinya hanya 2 buah pisang goreng.
Jadilah kita akalin 3 orang pesan masing masing 3 porsi, gembuuul ya, tapi percaya deh makanan segitu kayak makanannya jatuh di bawah kolong meja, langsung habis licin tandas. Kapan kapan pingin ngajak Nayla dan Pop kesini deh, suasananya asik.

Tips sedikit buat yang datang kesini sudah  lewaaat makan siang tapi belum makan trus antrian puanjaaaang banget, sebaiknya antri bergantian karena sesungguhnya ngantri berdiri hampir 1 jam lebih sambil pegang piring buat ambil tempe garit, telur dadar garing dan  sesekali keluar barisan buat rebutan sambel ulek dan kena asap kayu bakar itu, benar benar gak asoy.

Saya ngalamin tuh, apalagi turun dari pesawat cuma makan sepotong roti, sakit magh akut, gemetaran dong yaaaa, akhirnya whatsapp sahabat saya yang juga sibuk bolak balik bawa nasi dan sayur lodeh, minta digantiin plus bawain pisang goreng dan teh es manisπŸ˜€πŸ˜€ biar gak pengsan....

O iya untuk makan siang berlima, nasi 5 porsi, 3 sayur lodeh terong dan 1 sayur asem, 6 porsi goreng pisang, tempe garit 5 buah (ini juga maksimal 1 orang hanya boleh 5), 5 buah telur dadar goreng, teh manis dingin 7 gelas, kopi 2 gelas hanya 168 ribu, uwoooooow, murah meriah enak dan kenyaaaang.

Tempat ini sebagian sudah di renovasi jadi ada bagian yang asri tempat makan di meja yang dinaungi payung lebar dan berada di pinggir sawah dan taman. Jangan lupa kalau ke Jogja maksi di sini yaaaa.